Friday, 10 September 2010      
 
  Home
Home
Profil
Fasilitas
Struktur Organisasi
Staf Pengajar
Program Pendidikan
Gelar Akademik
Kurikulum
Sinopsis Mata Kuliah
Jadwal Kuliah
Mahasiswa Baru
Berita
Hubungi Kami
Links
Akademik
Direktori Dosen
Form Login





Lost Password?
No account yet? Register
Statistik
User Online

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/fe/webserv/v2/modules/mod_whosonline.php on line 32
FE Hari ini
 
Perubahan Sebagai Suatu Keniscayaan Dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 16 August 2006
Oleh : Syamsul Amar*

Abad 21 merupakan abad perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia baik pada tataran individual, institusi  maupun masyarakat  Menurut Clark (1999) perubahan merupakan suatu konstanta percepatan yang mengandung dilema  mendasar.    Perubahan  tersebut meliputi politik, ekonomi, sosial budaya, persepsi terhadap lingkungan , teknologi dan pendidikan . Pada sektor bisnis perubahan terjadi sangat cepat sekali yang mulanya perubahan tersebut jelas dan bisa diduga (clear enough future) tetapi sekarang perubahan tersebut bersifat ambigius (true ambiquity). Oleh karena itu para business decision maker harus cepat dalam  menanggapi setiap  perubahan jika ingin tetap bertahan dalam menguasai pasar ibarat sebagai  seorang pemain tenis yang berdiri di garis belakang yang siap untuk mengejar kemanapun arah bola pergi.

Di sisi lain perubahan memang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, tetapi sepertinya saat ini  waktu tidak ada untuk itu. Kekurang cermatan dalam mengantisipasi perubahan telah berdampak langsung terhadap penurunan rata-rata umur perusahaan di Jepang seiring dengan semakin pendeknya daur hidup produk (product  lifecycle).  Demikian pula perubahan  yang terjadi pada sektor publik meskipun dalam tensi yang lebih rendah, di Amerika Serikat sajak tahun 1990 an telah terjadinya perubahan paradigma manajemen sektor publik kearah yang lebih profesional sebagai dampak  dari perubahan mind frame pejabat publik dari birokrat menjadi government entrepreneurship (Osborn:1995).

Pada sektor bisnis contohnya pada tahun 1987 – 1992 industri  komputer telah mengalami perubahan yang luar biasa sebagai mana ditandai oleh kemampuan komputer yang semakin  canggih tetapi dengan ukuran yang semakin kecil dan fleksibel dan diikuti  oleh peningkatan permintaan sebagai akibat   dari peningkatan minat terhadap computer.  IBM dan Conpaq dua industri komputer dunia  yang cukup terkenal tetapi mengalami kegagalan dalam mempertahankan posisinya di tengah perubahan pasar dan teknologi yang semakin cepat. Di sisi lain indutri kumputer Hewlet Packard telah  berhasil dalam meniti buih perubahan dengan melakukan perubahan paradigma perusahaan. Dengan melakukan perubahan tersebut Hewlet Packard pada tahun 2000 mampu memasarkan  125 ribu laser jet setiap minggu dan mendistribusikan melalui mail order ke  seluruh pelosok dunia. Kasus lain bagaimana Canon mencermati perubahan melalui diversifikasi mesin foto copynya dari produk yang berukuran besar, mahal , kotor dan diletakan di basement menjadi mesin foto copy yang kecil, murah berwarna pastel dan diletakan di ruang sekretaris.

Dua rahasia sukses HP yang perlu kita simak yakni : Pertama memperlakukan perubahan sebagi sesuatu yang tak terelakan dan tidak mencoba menolaknya (resistence); Kedua Bersiap-siap untuk beralih 45 derjat ketika melihat perubahan sebagai suatu kesempatan. Sangat berbeda dengan strategi yang dilakukan oleh IBM pada saat perubahan  datang  John Akers sebagai CEO IBM pada saat itu diibaratkan memakai helem dengan palu ditangun yang siap menghadang setiap musuh yang datang pada hal sebuah bola besi berayun dari arah belakang yang siap untuk menghantamnya .

Dari fenomena tersebut ternyata ada tiga kelemahan yang dimiliki oleh IBM antara lain : (1) struktur perusahaan telah terlalu gemuk, (2) tidak percaya bahwa dunia dan aturannya akan mengalami perubahan dan (3) tidak memperhatikan konsumen. Keluhan pelanggan bukan jangan dianggap sebagai  kritikan tetapi harus dianggap sebagai  peluang untuk melaukan perubahan. Di sisi lain perusahaan harus memosisikan pelanggan sebagai raja seperti yang unggkap oleh pakar marketing The costumers  is king and the custumers is always righ.  
Perubahan menuntut kita harus menentukan masa depan sambil berjalan karena perubahan tidak mengenal titik perhentian dan sulit diduga. Sesuatu yang dapat dilakukan pada masa lalu  dengan sukses tetapi`belum tentu saat sekarang kenapa ? karena kondisi eksternalnya sudah berubah. Sehubungan dengan itu perubahan memerlukan   mindset dan skillset tentang evolusi secara berkelanjutan.  Pada hakikatnya perubahan itu berawal dari diri kita sendiri, karena manusia adalah sebagai  pengungkit  utama perubahan dan merupakan sesuatu kenaïfan dalam perubahan jika manusianya tidak mau berubah. Pada saat perubahan itu terjadi hanya duapilihan yang dapat dilakukan  yaitu mau berubah tau mau membiarkan  perubahan itu yang menggilas diri kita  sendiri  atau seperti yang dikemukan oleh Heller (2001) change or die.

Pengalaman dua perusahaan besar tersebut mestinya dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengarungi arus perubahan yang semakin kuat dan  cepat itu dalam berbagai level (individu, institusi dan juga bangsa yang kita cintai ini). Terus terang saja, kita  akui bahwa , perubahan itu teramat berat karena perubahan itu kadang-kadang mengharuskan kita membiarkan pergi kekuasaan yang kita miliki, membiarkan pergi kebijakan  masa lalu yang telah mendatangkan kesuksesan, membiarkan pergi peran-peran indah yang  biasa kita lakukan. Namun keikhlasan membiarkan pergi sesuatu merupakan pilar utama dalam memulai suatu perubahan. Bukankah dalam Alquran Tuhan telah menyatakan bahwa Tuhan tidak akan memperbaiki nasib suatu kaum jika kalau bukan ia   sendiri yang memperbaikinya.
                                                                                 
* Dekan FE UNP

 
Next >


Jajak Pendapat
Bagaimana pendapat anda tentang FE?
 
Jurnal
Kilas Foto FE
deakn_rektor.gif
Berita Terakhir
Event FE
Pengumuman FE
Copyright© 2006 | Fakultas Ekonomi UNP | All Rights Reserved