BAN-PT Kemdikbud RI

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) didirikan pada tahun 1994 sebagai satu-satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah pada waktu itu. Pendiriaan ini berdasarkan UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan diperkuat oleh PP No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. BAN-PT memiliki wewenang untuk melaksanakan sistem akreditasi pada semua institusi pendidikan tinggi termasuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Agama (PTA) dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), program pendidikan jarak jauh, serta program-program kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi dari luar. Sejak dikeluarkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ada beberapa perubahan penting terkait dengan sistem akreditasi antara lain: (1) dari akreditasi sukarela menjadi wajib, (2) dari akreditasi program studi menjadi akreditasi program studi dan institusi, (3) dari sistem penjaminan mutu internal sukarela menjadi wajib, dan (4) dari badan akreditasi tunggal menjadi majemuk.

Lebih lanjut, fungsi utama BAN-PT mengalami perubahan yang cukup signifikan dengan dikeluarkannya UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Permendikbud No. 59 Tahun 2012 tentang Badan Akreditasi Nasional. Perubahan ini terutama sekali terkait dengan pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk ilmu-ilmu serumpun yang merupakan amanat dari UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Saat ini BAN-PT bertanggung jawab untuk setidaknya enam peran dan tugas yaitu: (1) mengembangkan sistem akreditasi nasional; (2) melaksanakan akreditasi institusi; (3) melaksanakan penilaian kelayakan prodi /PT baru bersama Ditjen Dikti; (4) memberikan rekomendasi dan (5) evaluasi terhadap LAM, serta (6) melaksanakan akreditasi program studi yang belum memiliki LAM serumpun.

Sumber: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/tentang-ban-pt